03 June, 2014

Salah Pilih Presiden, Indonesia Bisa Jadi Bulan-bulanan

*oleh bang dw

Banyak pemimpin tetapi tak bisa memimpin

Tanya dulu ke ketua umum partai karena dirinya hanya petugas partai;

Bisa rumit urusannya kalau memimpin negara tapi pas mau ngambil keputusan strategik terkait negara ‪#‎eh‬ tanya dulu sama sang ketua umum partai...

Atau pemimpin yang hanya bisa menyuruh dan hanya bisa menjawab ‪#‎akurapopo‬

sementara itu...

INDONESIA menghadapi ASEAN ECONOMIC COMUNITY (AEC) 2015 atau pasar bebas asia tenggara

Dimana bea masuk barang dan jasa dihapus; dan dibutuhkan kemandirian kemampuan bertarung dari produk lokal Indonesia terhadap pasar asia tenggara

Kalau tidak mampu bersaing, maka Indonesia hanya menjadi bulan bulanan produk negara lain dari asia tenggara

Apakah hanya cukup dengan jawaban #akurapopo saja untuk menangani itu?

Atau hanya butuh pemimpin yang hanya menjadi kepanjangan tangan ketua umum partai (petugas partai)?

Kalau Indonesia tidak mampu bersaing, baik hasil produksi maupun tenaga kerja terampil maka jangan heran kita akan jadi negara bancakan bersama negara asia tenggara

Kita butuh pemimpin yang mampu menjadikan Indonesia Macan Asia

Yang mampu bertindak tegas dari intervensi pihak asing

Yang disegani oleh seluruh negara negara asia tenggara dan dunia

Kuncinya pemimpin yang bercita cita Indonesia mandiri, berdikari dan mampu bersaing dengan negara lain

Bukan pemimpin yang klemar klemer yang hanya bisa senyam senyum kebingungan

lalu akhirnya hanya bilang; ai don ting abot det

#akurapopo

Sumber : http://www.pkspiyungan.org/2014/06/salah-pilih-presiden-indonesia-bisa.html
Read more »

27 May, 2014

Geert Wilders Lecehkan Islam, Belanda Ketar Ketir

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Pemerintah Belanda akan mengirimkan diplomat kawakan ke Arab Saudi untuk mencegah negara itu memberlakukan sanksi dagang sebagai protes atas penyebaran stiker anti-Islam yang dicetak dalam warna bendera Arab Saudi oleh politisi sayap kanan Belanda Geert Wilders.
Arab Saudi, salah satu investor terbesar Belanda, belum mengumumkan pemberlakuan sanksi bagi Belanda. Namun, media di Saudi pada pekan ini melaporkan bahwa sanksi tersebut sebetulnya sudah mulai berlaku.
Berdasarkan atas data statistik pemerintah, ekspor Belanda ke Arab Saudi senilai 2 miliar euro (2,7 miliar dolar AS) per tahun.
Pemimpin Partai Kebebasan Belanda, Geert Wilders, membuat stiker berisi slogan yang menghina Islam, yang dicetaknya pada Desember sebagai bagian dari bahan kampanyenya.
Sebagai tokoh kanan Eurosceptic yang memiliki banyak pendukung, partainya memimpin hasil jajak pendapat nasional sebelum pemilu parlemen Eropa pada Kamis.
"Belanda tidak bisa diminta bertanggung jawab atas sikap tidak dewasa seorang anggota parlemen," kata Menteri Luar Negeri, Frans Timmermans, dalam siaran di RTL.
"Kami akan melakukan apapun yang mungkin untuk membuat konsekuensi bagi Belanda seminim mungkin," katanya.
''Pemerintah Belanda berupaya mendapat kejelasan mengenai jenis sanksi dagang yang direncanakan Arab Saudi,'' kata Timmermans. Pejabat pemerintah Saudi menolak berkomentar mengenai kasus tersebut.
Seorang jurubicara Kementerian Luar Negeri Belanda mengatakan direktur jenderal bidang politik akan berkunjung ke negara Teluk Arab itu untuk mengatasi masalah.
"Ada indikasi (kemungkinan sanksi). Karena indikasi ini mengkhawatirkan, kami pergi ke Riyadh untuk berbicara mengenai apa artinya ini,'' katanya. ''Mudah-mudahan tidak ada masalah."
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/14/05/21/n5xnh6-geert-wilders-lecehkan-islam-belanda-ketar-ketir
Read more »

Sabar, Sabar dan Sabar! Beginilah jalan dakwah...

Sabar, sabar, sabar… Beginilah jalan dakwah telah kita lalui. Berkomunitas bersama orang-orang salih bukannya tanpa masalah, maka Allah memerintahkan agar kita selalu bersabar bersama mereka :

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.

Bisa jadi ada salah paham di antara para aktivis. Bisa jadi ada ketidaknyamanan perasaan di antara para pelaku dakwah. Bisa jadi ada data yang kurang valid, namun digunakan untuk pengambilan keputusan. Bisa jadi ada stigma yang menganga, dan tidak pernah ada pengadilan yang memberikan klarifikasi. Bisa jadi ada persepsi yang keliru. Bisa jadi ada ketidaktepatan dalam menerapkan teori.

Capek, lelah mendera jiwa dan raga. Namun ini adalah pilihan, yang tidak ada sedikitpun paksaan kita bersamanya. Bisa jadi ada ketidakpahaman, ada ketidakmengertian, dan kita tidak pernah menemukan jawaban. Bisa jadi Khalid bin Walid tidak pernah mengerti mengapa dirinya diganti dari posisi panglima perang yang demikian dihormati. Namun toh kehormatan dirinya tidak runtuh karena posisi itu tidak lagi dia miliki.

Kehormatan diri kita adanya pada konsistensi. Konsisten menapaki kebenaran. Konsisten menapaki jalan kebaikan. Komitmen pada peraturan. Teguh memegang keputusan. Mendengar dan taat, itulah karakter kader teladan. Bukankah ini ujian, karena yang kita dengar dan kita taati bisa jadi berbeda dengan suara hati nurani. “Qum Ya Hudzaifah !” Menggelegar suara perintah. Dan Hudzaifah segera bangkit berdiri.

Kehormatan diri bukan terletak pada posisi kita sebagai apa. Tidak menjadi apa-apa, tetap bisa dihormati. Kita terhormat karena karakter yang kuat, kita terhormat karena karya yang tiada pernah berhenti, kita terhormat karena kerja yang terus menerus, kita terhormat karena keteladanan, kita terhormat karena kesabaran dan kesetiaan.

Ya. sabar, sabar, dan teruslah sabar… Karena memang beginilah jalan dakwah telah kita lalui. Berkomunitas bersama orang-orang salih bukannya tanpa masalah, dan Allah telah memerintahkan agar kita selalu bersabar bersama mereka :

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.

Oleh : Cahyadi Takariawan

Read more »

25 May, 2014

Debat Capres Bisa Halau Kampanye Hitam

RMOL. Tim Sukses (Timses) pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyambut baik debat capres yang akan dilaksanakan sebanyak empat kali sebelum digelarnya pemilu presiden 9 Juli mendatang. 

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang politisi Gerindra yang juga merupakan anggota timses, Martin dalam diskusi bertema "Pemilu 9 Juli 2014 Kompetisi Capres dan Cawapres" yang digelar di Gedung DPD (Rabu, 21/5). 

"Dengan adanya debat capres, masyarakat bisa mengetahui visi dan misi capres dan itu bisa dijadikan pegangan mereka sebelum memilih capres. Masyarakat bisa tahu mana emas dan bukan emas," kata Martin. 

Terkait pelaksanaan kampanye, Martin mengaku khawatir atas praktik kampanye hitam yang lebih ditonjolkan ketimbang visi dan misi capres.

Anggota Komisi III DPR ini menyebut bahwa Kampanye hitam merupakan praktik yang tidak elok dinikmati oleh rakyat Indonesia. [mel]

Sumber : http://politik.rmol.co/read/2014/05/21/156162/Debat-Capres-Bisa-Halau-Kampanye-Hitam-
Read more »

Beramal untuk Pemilu, Riya, dan Penggembos Amal

Banyak teman-teman bertanya: boleh nggak kita melakukan kegiatan bakti sosial atau aksi kepeduliaan dengan maksud supaya partai kita dipilih dalam pemilu, atau supaya “jagoan” kita dalam PILKADA ditusuk, atau boleh nggak kita melakukan berbagai kegiatan supaya diliput media, masuk tivi, ditulis di koran dan semacamnya? Bukankah hal ini termasuk riyâ’ dalam arti beramal supaya terlihat orang lain, atau sum’ah dalam arti beramal supaya cerita tentang amal ini sampai dan didengar oleh banyak kalangan?
Jangan Nggembosi lah

Al-Qur’an banyak berisi ayat-ayat yang mendorong manusia untuk beramal, baik amal yang dilakukan secara terbuka dan terang-terangan maupun amal yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Di antaranya adalah Q.S. Al-Baqarah: 274.

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, Maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (2:274)

Di sisi lain, Al-Qur’an sangat mencela orang-orang yang berusaha menggembosi orang lain untuk beramal, dan Al-Qur’an Al-Karim menjelaskan bahwa cara-cara nggembosi ini adalah cara orang-orang munafiq, semoga Allah SWT hindarkan kita semua dari sifat, perbuatan dan cara-cara orang munafiq.

Adalah Q.S. At-Taubah: 79 yang menjelaskan demikian.

"(orang-orang munafik itu) Yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, Maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih." (9:79)

Secara garis besar, ayat ini menjelaskan:

1. Di antara orang-orang munafiq, ada orang-orang yang mencibir para sukarelawan dalam bersedekah.

2. Orang yang bersedekah banyak secara terbuka, sebagaimana dilakukan oleh Abdurrahman bin Auf, mereka cibir dengan pernyataan: “aah, itu kan karena riyâ’ dan sum’ah”.

3. Dan orang yang bersedekah sedikit, seperti yang dilakukan oleh Abû Aqîl Abdurrahman bin Tîjân, mereka cibir dengan pernyataan: “yach, sumbangan kok Cuma satu shô’ kurma, Allah SWT Maha Kaya, segitu itu apa artinya?”. Padahal, dalam rangka dapat menyumbang satu Shô’ ini Abû Aqîl “memaksakan” diri bekerja pada suatu malam (bukan siang), demi mendapatkan suatu upah, dan ternyata upahnya adalah satu shô’ kurma tadi, dan paginya, dia sumbangkan untuk perjuangan Rasulullah SAW. Kenapa Abû Aqîl “memaksakan diri”? sebab dia betul-betul ingin menyumbang, akan tetapi, dia tidak mempunyai apa pun yang bisa ia sumbangkan, maka, dia bekerja, walaupun harus di malam hari, demi “dapat menyumbang” dalam perjuangan. Seseorang yang ber-tadhhiyyah seperti ini, ternyata oleh orang munafiq dicibir.

Hal ini memberi pelajaran penting kepada kita, bahwa:

1. Allah SWT sangat menghargai orang yang bekerja, aktif dan berjihad dalam kerjanya ini.

2. Allah SWT sangat tidak menyukai orang-orang yang suka melakukan penggembosan terhadap orang lain untuk beramal.

Untuk itu, tidak usah lah kita meributkan tentang keikhlasan atau ketidak ikhlasan suatu amal yang dilakukan oleh orang lain, akan tetapi, adakah kita berada pada barisan orang-orang yang beramal?

Tentang keikhlasan, marilah kita introspeksi dan melihat diri kita sendiri, dan jadikan masalah keikhlasan ini antara kita dengan Allah SWT, kita tidak diminta untuk membedah hati orang lain untuk mengetahui adakah dia ikhlash dalam amalnya.

Positif Thinking Dalam Menilai

Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada kita, agar dalam menilai suatu amal, hendaklah kita menilainya dengan mengedepankan penilaian positif dan membuang penilaian negatif, minor serta sinis. Kecuali bila suatu amal itu telah nyata-nyata negatif.

Diceritakan bahwa suatu kali Rasulullah SAW menceritakan bahwa ada seseorang berniat bersedekah pada suatu malam, dan ternyata, sedekahnya pada malam hari itu jatuh kepada seorang pencuri. Setelah dia mengetahui bahwa penerima sedekahnya adalah seorang pencuri, dia berkata: Allahumma laka al-hamdu (alhamdulillah). Besok malamnya dia bersedekah lagi, ternyata penerimanya adalah wanita pelacur, begitu dia mengetahui bahwa penerimanya adalah seorang peacur, dia berkata: Allahumma laka al-hamdu. Besok malamnya dia bersedekah lagi, dan ternyata penerimanya adalah orang kaya.

Semua sedekah yang “salah sasaran” ini ternyata semuanya diberi tafsir positif oleh Rasulullah SAW. Tentang pencuri yang menerima sedekah, ditafsirkan: semoga dengan sedekah itu dia tidak lagi mencuri, tentang wanita pelacur, diberi tafsir: semoga dengan sedekah itu dia tidak lagi melacur, dan tentang orang kaya: semoga dia mengambil ibrah .

Hadits ini memberi pelajaran kepada kita, hendaklah kita belajar untuk menjadi manusia-manusia yang lebih cerdas, pintar dan cekatan dalam memberi tafsir positif, agar manusia terpacu untuk beramal, dan janganlah kita menjadi bagian dari orang-orang yang memandang perbuatan dan ucapan orang lain dengan menggunakan kaca mata hitam, apalagi menggunakan kaca mata kuda, sebab, membangun motivasi orang untuk beramal itu jauh lebih sulit.

Penutup

Beberapa uraian di atas menggambarkan bahwa:

1. Menilai sesuatu itu memang gampang-gampang susah, oleh karena itu, serahkanlah masalah penilaian ini kepada Allah SWT, Dzat yang maha mengetahui segala rahasia. Pamrih atau tidak pamrih, itu bukan domain kita.

2. Belajar untuk possitive thinking itu sangat perlu, agar barisan orang-orang yang beramal semakin banyak.


Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufiq, hidayah dan bimbingan kepada kita untuk menjadi manusia-manusia yang mendengar berbagai pendapat, pandangan dan ucapan, lalu kita dibimbing oleh-Nya untuk mengikuti yang terbaik, amiiin.

 Oleh :Musyafa Ahmad Rahim

Sumber : http://www.pkspiyungan.org/2013/11/beramal-untuk-pemilu-riya-dan.html
Read more »

24 May, 2014

Hamas dan Fatah Ajukan Rami Hamdallah PM Persatuan Palestina

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Para pejabat Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) dan Faksi Fatah telah mengajukan Perdana Menteri Pemerintah Otonomi Nasional Palestina Rami Hamdallah sebagai PM Pemerintah Persatuan Palestina, kata seorang pejabat pada Kamis.

"Fatah dan HAMAS sepakat untuk mencalonkan Hamdallah sebagai Perdana Menteri Pemerintah Persatuan Peralihan, yang akan segera terwujud," kata Ar-Rai, kantor berita resmi HAMAS --yang berpusat di Jalur Gaza dan mengutip satu sumber pejabat tanpa identitas.

Sumber itu menambahkan pemerintah baru tersebut akan meliputi seorang perdana menteri dan 15 lagi menteri teknokrat, yang tidak memiliki afiliasi politik dengan Fatah maupun HAMAS.

Pejabat tersebut tak bersedia mengungkapkan nama para menteri baru di dalam kabinet baru itu, demikian laporan Xinhua, Kamis malam. Tapi ia menduga Azzam Al-Ahmad --pemimpin delegasi Fatah dalam dialog dengan HAMAS-- akan tiba di Jalur Gaza pada Ahad untuk pembicaraan lebih lanjut.

HAMAS dan Fatah pada 23 April mengumumkan mereka akan melaksanakan kesepakatan perujukan yang telah mereka capai di Ibu Kota Mesir, Kairo, pada 2011 dan di Qatar pada 2012.

Kedua faksi Palestina itu sepakat untuk membentuk pemerintah persatuan teknokrat dalam waktu lima pekan setelah pengumuman, dan setelah pemerintah tersebut terbentuk, mereka berencana menetapkan tanggal bagi penyelenggaraan pemilihan presiden dan anggota parlemen.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/05/22/n5zbuj-hamas-dan-fatah-ajukan-rami-hamdallah-pm-persatuan-palestina
Read more »

Tolak Golput, Dai Salafi Pilih Pasangan Ini untuk Pilpres 2014

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada yang berbeda dari komunitas salafi pada Pemilu 2014 ini. Jika pada pemilu sebelumnya mereka memutuskan untuk tidak memilih, maka kali ini tokoh-tokoh salafi memutuskan untuk tidak 'golput'.

Beberapa tokoh salafi pun secara terbuka melontarkan dukungannya untuk salah satu pasangan calres dan cswapres yang akan berkompetisi pada Pilpres 2014. Dilansir dari laman gemaislam, da'i Salafi yang kini sedang menempuh studi S3 di Universitas Islam Madinah, Ustaz Musyaffa Ad Dariny, Lc berpendapat, pasangan  Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menjadi pilihan pada Pilpres kali ini.

“Prabowo-Hatta  adalah pilihan terbaik dari yang ada,” kata Ad Dariny ditulis dalam akun Facebooknya, Rabu (21/5). Menantu Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda itu mengungkapkan, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla 'kalah' tiga hal penting dari pasangan Prabowo-Hatta.

"Jokowi kalah dengan Prabowo-Hatta, dalam tiga hal yg sangat urgen, dalam hal kepemimpinan; Agama, Ketegasan, dan kejelasan nasab". Dia juga mengungkapkan, Jokowi hanya akan menjadi 'boneka' yang dikendalikan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Padahal, ujarnya, PDIP adalah parpol yang kerap menentang segala kebijakan yang berpihak untuk umat Islam. "Partai utama pendukung Jokowi banyak melawan RUU berbau Muslim".

Tokoh muda Salafi Yogyakarta, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal mengajak kaum muslimin untuk memilih pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Hatta. Dia lakukan karena hanya pasangan ini yang bisa memberikan harapan kepada umat Islam.

“Ya Allah, mudah-mudahan kemenangan berpihak pada Prabowo - Hatta yang disokong oleh partai-partai Islam,” kata Abduh Tuasikal dalam laman Facebooknya.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/05/24/n61xw8-tolak-golput-dai-salafi-pilih-pasangan-ini-untuk-pilpres-2014
Read more »

Dulu Anggap Islam Sebagai Musuh, Kini Bahagia Menjadi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, Dawood Beale, begitu nama yang diberikan setelah ia memeluk Islam. Selama ini Dawood hidup terpisah dengan orangtuanya karena harus melanjutkan pendidikan di tempat lain. Namun, ia berusaha untuk tetap berhubungan dengan keluarganya.

Pendeta Dawood, Friar Kevin, adalah seorang pria yang hebat. dawood sangat menghormatinya. Tapi, ketika Dawood memanjatkan doa, ia merasa berdoa kepada Tuhan, bukan kepada Yesus. Ia tak merasa Yesus dapat mendengarnya atau dia berada di sini, di dunia. Meski begitu, ia juga sangat menghormatinya. 

Selain itu, ia mengaku sangat membenci Islam. Seperti kebanyakan orang Inggris lainnya, ia merasa Islam adalah musuh. Memang ia memiliki beberapa teman Muslim, mereka juga baik, tetapi menurutnya terorisme sangat jahat.

Ia juga telah memaafkan orangtuanya atas segala permasalahan mereka yang berimbas pada kehidupannya. Ayah Dawood juga telah mengubah jalan hidupnya. Sebelumnya, ia tinggal di jalanan di London selama 7 tahun sebelum akhirnya menjalani rehabilitasi dan kemudian memulai hidup dengan baik dan menghentikan mengonsumsi obat-obatan.

Lalu ayahnya mengajak berlibur bersama ke Moroko. Di situlah ia menyadari umat Islam sangat baik. Kehidupannya berbalik dan tanpa sadar ia dengan cepat sangat mencintai Islam. Kebanyakan orang mengira kebenciannya terhadap Islam justru membuatnya menjadi Muslim. Akan tetapi alasan salah satunya karena mereka benar-benar orang yang baik dan memperhatikannya. 

Akhirnya, tiba waktu pulang. ia semakin tertarik terhadap Islam. Meskipun ia juga suka akan konsep Tuhan dalam Kristen, tetapi ia tidak tertarik untuk mempelajari atau mendengarkannya. Terkadang ketika membaca Injil selama beberapa jam, ia tidak memahaminya. 

Tapi berbeda dengan Islam. Larangan minum alkohol dalam Islam sangatlah masuk akal dan masa muda Dawood membuktikannya. Nilai keluarga juga ditekankan dalam Islam. Ia merasa Islam memiliki semua jawabannya. Ia yakin, pasti tulisan tersebut merupakan kata-kata Tuhan.
"Bagaimana bisa sebuah buku yang ditulis 1.400 tahun yang lalu menjawab semua permasalahan kehidupanku?" tanya Dawood seperti dikutip Onislam.net.

Ia pun membaca tentang Nabi Muhammad, dan ia benar-benar menghormatinya. Sehingga langsung ia putuskan untuk mengikuti jejaknya karena ajaran Kristen tak membuatnya tertarik. Ia juga mengunjungi Siprus dan menemui Syekh di sana.
Kemudian ia mengucapkan kalimat syahadat dan diberi nama Dawood. Ia juga mengunjungi sejumlah tempat Islam di Siprus dan belajar untuk beribadah. Ketika kembali, ia masih ingin mempelajari Islam. Perlahan-lahan ia mulai membaca Alquran. Karena tidak mengerti artinya, maka setelah membaca Alquran, ia baca lagi terjemahannya.
"Aku sangat bahagia memeluk agama ini. Sedangkan keluarga dan teman-temanku yang awalnya terkejut, kini mulai menerima keputusanku," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/05/24/n61ojg-dulu-anggap-islam-sebagai-musuh-kini-bahagia-menjadi-mualaf
Read more »

23 May, 2014

Memenangkan Prabowo-Hatta Tugas Sejarah Aktivis Pro Rakyat

RMOL. Jaringan perjuangan para aktivis pro-rakyat diharapkan mendukung dan ikut memenangkan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014.

"Mengingat pasangan Prabowo-Hatta berorientasi pada agenda utama kesejahteraan rakyat kecil selain bagi terciptanya kemartabatan bangsa dan negara," kata Koordinator Aliansi Aktivis Dukung Prabowo-Hatta, Syahganda Nainggolan, beberapa saat lalu (Kamis, 22/5).

Menurut Syahganda, yang juga Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), pilihan terhadap pasangan Prabowo-Hatta bukan lagi bersifat moral. Dukungan ini harus merupakan upaya konkret berupa pemihakan serta dukungan, bahkan lebih sekadar itu, diperlukan keterlibatan dalam pemenangannya oleh berbagai unsur aktivis prorakyat.

"Ini sesungguhnya tugas sejarah, dan momentum itu kini ada di hadapan kita guna memberi peran dan langkah-langkah yang nyata agar Prabowo-Hatta menjadi pemenang Pilpres 2014," ungkapnya.

Karenanya, menurut Syahganda, kalangan aktivis prorakyat tidak boleh abai, apalagi mengambil posisi diam terkait kesempatan untuk berikontribusi memperjuangkan kehadiran mandat kepemimpinan nasional baru, yang disesuaikan dengan harapan rakyat serta dapat membawa hasrat kemajuan bangsa. Dalam konteks inilah aktivis harus mewujudkan kemenangan Prabowo-Hatta sebagai duet pemimpin bangsa berikutnya.

Syahganda menambahkan, poros aktivis yang meliputi elemen perjuangan kerakyatan untuk kaum tani dan nelayan, buruh atau pekerja, kepemudaan atau kebangsaan, keagamaan, kemahasiswaan, perempuan, kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat peduli rakyat, dan termasuk aktivis dalam kepedulian pemartabatan kehidupan rakyat di sektornya masing-masing, untuk bersama-sama atau dengan prakarsa di lingkungannya, melangkah dengan satu tujuan yakni memperkuat arah pemenangan Prabowo-Hatta. [ysa]


Sumber : http://www.rmol.co/read/2014/05/22/156228/Memenangkan-Prabowo-Hatta-Tugas-Sejarah-Aktivis-Pro-Rakyat-
Read more »

Mengelola Ketidaksempurnaan

Apalagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan Muhammad. Apa lagi yang tersisa dari kecantikan setelah habis oleh Sarah, istri Nabi Ibrahim, dan Khadijah, istri Nabi Muhammad saw? Apa lagi yang tersisa dari kebajikan hati setelah ia direbut Utsman bin Affan? Apalagi yang tersisa dari kehalusan setelah ia direbut habis oleh Aisyah?

Kita hanya berbagi dari sedikit yang tersisa dari pesona jiwa raga yang direguk habis oleh para nabi dan orang shalih terdahulu. Karena itu persoalan cinta kita selalu permanen begitu: jarang sekali pesona jiwa raga menyatu secara utuh dan sempurna dalam diri kita. Pilhan-pilihan kita, dengan begitu, selalu sulit. Ada lelaki ganteng atau perempuan cantik yang kurang berbudi. Sebaliknya, ada lelaki shalih yang tidak menawan atay perempuan yang shalihah yang tidak cantik. Pesona kita selalu tunggal. Padahal cinta membutuhkan dua kaki untuk bisa berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama. Maka tentang pesona fisi itu Imam Ghazali mengatakan: “Pilihlah istri yang cantik agar kamu tidak bosan.” Tapi tentang pesona jiwa itu Rasulullah saw bersabda, “Tapi pilihlah calon istri yangt taat beragama niscaya kamu pasti beruntung.”

Persoalan kita dalam ketidaksempurnaan. Seperti ketika dunia menyaksikan tragedi cinta Putri Diana dan Pangeran Charles. Dua setengah milyar menusia menyaksikan pemakamannya di televisi. Semua sedih. Semua menangis. Putrei yang pernah menjadi trensetter kecantikan dunia dekade 80-an itu rasanya terlalu cantik untuk di sia-siakan oleh sang pangeran. Apalagi Camila Parker yang menjadi kekasih gelap sang pangeran saat itu, secara fisik sangat tidak sebanding dengan Diana. Tapi tidak ada yang secara objektif mau bertanya ketika itu. Kenapa akhirnya Charles lebih memilih Camila, perempuan sederhana, tidak bisa dibilang cantik, dan lebih tua, ketimbang diana, gadis cantik berwajah boneka itu? Jawaban Charles mungkin memang terlalu sederhana. Tapi itu fakta, “Karena saya lebih bisa berbicara dengan Camila”.

Kekuatan budi memang bertahan lebih lama. Tapi pesona fisik justru terkembang di tahun-tahun awal pernikahan. Karena itu ia menentukan. Begitu masa uji cinta selesai, biasanya lima sampai sepuluh tahun, kekuatan budi akhirnya yang menentukan sukses tidaknya sebuah hubungan jangka panjang. Dampak gelombang magnetik fisik berkurang atau hilang bersama waktu. Bukan karena kecantikan atau ketampanan berkurang. Yang berkurang adalah pengaruhnya. Itu akibatnya sentuhan terus menerus yang mengurangi kesadaran emosi tentang gelombang magnetik tersebut.

Apa yang harus kita lakukan adalah mengelola ketidaksempurnaan melalui proses pembelajaran. Belajar adalah proses berubah secara konstan untuk menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu. Fisik mungkin tidak bisa diubah. Tapi pesona fisik bukan hanya tampang. Ia lebih ditentukan oleh aura yang dibentuk dari gabungan antara kepribadian bawaan, pengetahuan dan pengalaman hidup. Ketika hal itu biasanya termanifestasi pada garis-garis wajah, senyuman tatapan mata serta gerak refleks tubuh kita. Itu yang menjelaskan mengapa sering ada lelaki yang tidak perlu tampan tapi mempesona banyak wanita. Begitu juga sebaliknya.

Itu jalan tengah yang bisa ditempuh semua orang sebagai pecinta pembelajar. Karena pengetahuan dan pengalaman adalah perolehan hidup yang membuat kita tampak matang. Dan kematangan itulah pesonanya. Sebab, setiap kali pengetahuan kita bertambah, kata Malik bin Nabi, wajah kita akan tampak lebih baik dan bercahaya.[] 


*Buku Serial Cinta

oleh Anis Matta

___________
sumber : Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Read more »

 

PKS TV Sudan