08 June, 2014

Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Percayakan Saksi di TPS pada PKS

dakwatuna.com – Medan. Tim pemenangan pasangan Prabowo-Hatta mempercayakan urusan saksi dan pengamanan suara di Tempat Pemungutan Suara ke Partai Keadilan Sejahtera.

“Kita fokus pada PKS sebagai saksi,” kata Ketua Partai Gerindra Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu usai rapat koordinasi teknis Partai Gerindra Kota Medan di Medan, Sabtu.

Kepercayaan itu merupakan hasil kesepakatan secara nasional dari peserta koalisi pendukung Prabowo-Hatta yang terdiri Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulang Bintang (PBB), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Di daerah, tinggal menjalankan (kesepakatan itu),” kata caleg DPR RI Terpilih dari Sumatera Utara tersebut.

Menurut Gus Irawan, kepercayaan itu muncul karena pihaknya mengakui secara jujur jika militansi saksi PKS lebih baik karena memiliki sikap disiplin dan disiapkan sejak awal. Bukti militansi dan tingkat disiplin saksi PKS itu dapat terlihat dari fenomena banyaknya peserta Pemilu yang mencari data tentang hasil suara ke saksi parpol tersebut.

“Kalau orang kehilangan atau tidak mendapatkan data, mencarinya ke PKS,” katanya.

Kepercayaan kepada PKS untuk mengurusi saksi di TPS tersebut memberikan pengaruh yang positif dalam upaya menjaga hasil suara yang akan diraih pasangan Prabowo-Hatta. “Tinggal bilang, hei ini ada pengawal kita yang sangat solid,” kata mantan Dirut PT Bank Sumut itu.

Jika PKS dipercayakan untuk mengurus saksi, parpol peserta koalisi lainnya memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda karena saksi hanya satu bagian dari upaya pemenangan. “Tentu banyak hal yang dapat dilakukan (parpol peserta koalisi) untuk merebut hati masyarakat,” kata Gus Irawan. (ROL/sbb/dakwatuna)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/05/31/52367/tim-pemenangan-prabowo-hatta-percayakan-saksi-di-tps-pada-pks/#ixzz340uwnmac 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Read more »

Berjuanglah untuk Islam Walau Anda Pelaku Maksiat

Apa yang kau anggap atas dirimu sendiri? Begitu banyakkah dosa dan noda? Ketahuilah, setiap manusia –siapa pun dia- juga memiliki kesalahan, dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Mari jadilah yang terbaik…

Saudaraku …

Apa yang menghalangimu membela agamamu? Apa yang merintangimu beramal demi kejayaan Islam dan kaum muslimin? Dosa, noda, dan maksiat itu? Ketahuilah, jika kau diam saja, tidak beramal karena merasa belum pantas berjuang, masih jauh dari sempurna, maka daftar noda dan maksiat itu semakin bertambah. Itulah tipu daya setan atas anak Adam, mereka menghalangi manusia dari berjuang dan hidup bersama para pejuang, dengan menciptakan keraguan di dalam hati manusia dengan menjadikan dosa-dosanya sebagai alasan.

Saudaraku …

Hilangkan keraguanmu, karena Rabbmu yang Maha Pengampun telah berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. (QS. Hud: 114)

Hilangkan pula kebimbanganmu, karena kekasih hati tercinta, Nabi-Nya yang mulia –Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- telah bersabda:

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا
Ikutilah perbuatan burukmu dengan perbuatan baik, niscaya itu akan menghapuskannya. (HR. At Tirmidzi No. 1987, katanya: hasan shahih. Ahmad No. 21354, 21403, 21487, 21536, 21988, 22059, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 296, 297, 298, juga Al Mu’jam Ash Shaghir No. 530, Ad Darimi No. 2833, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 178, katanya: “Shahih, sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim.” Disepakati oleh Imam Adz DZahabi dalam At Talkhish. Sementara Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani menghasankannya dalam kitab mereka masing-masing)

Saudaraku …

Tidak usah berkecil hati dan jangan putus asa, sungguh agama mulia ini pernah dimenangkan oleh orang mulianya dan para fajir (pelaku dosa)nya. Semuanya mengambil bagian dalam gerbong caravan pejuang Islam. Imam Al Bukhari telah membuat Bab dalam kitab Shahihnya, Innallaha Yu’ayyidu Ad Diin bir Rajul Al Faajir (Sesungguhnya Allah akan menolong agama-Nya melalui seseorang yang fajir). Ya, kadang ada pelaku maksiat, seorang fajir, justru dia melakukan aksi-aksinushrah (pertolongan) terhadap agamanya, dibanding laki-laki yang shalih. Semoga aksi-aksi nushrah tersebut bisa merubahnya dari perilaku buruknya, dan dia bisa mengambil pelajaran darinya sampai dia berubah menjadi orang shalih yang berjihad, bukan lagi orang fajir yang berjihad.

Saudaraku … Ada Abu Mihjan!!

Kukisahkan kepadamu tentang Abu Mihjan Radhiallahu ‘Anhu. Ditulis dengan tinta emas para ulama Islam, di antaranya Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala pada Bab Sirah Umar Al Faruq. (2/448. Darul Hadits, Kairo), juga Usudul Ghabah-nya Imam Ibnul Atsir. (6/271. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Beliau adalah seorang laki-laki yang sangat sulit menahan diri dari khamr (minuman keras). Beliau sering dibawa kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk diterapkan hukum cambuk (Jild) padanya karena perbuatannya itu. Bahkan Ibnu Jarir menyebutkan Abu Mihjan tujuh kali dihukum cambuk. Tetapi, dia adalah seorang laki-laki yang sangat mencintai jihad, perindu syahid, dan hatinya gelisah jika tidak andil dalam aksi-aksi jihad para sahabat nabi Radhiallahu ‘Anhum.

Hingga datanglah perang Al Qadisiyah yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqash Radhiallahu ‘Anhu melawan Persia, pada masa pemerintahan Khalifah Umar Radhiallahu ‘Anhu. Abu Mihjan ikut andil di dalamnya, dia tampil gagah berani bahkan termasuk yang paling bersemangat dan banyak membunuh musuh. Tetapi, saat itu dia dikalahkan keinginannya untuk meminum khamr, akhirnya dia pun meminumnya. Maka, Sa’ad bin Abi Waqash menghukumnya dengan memenjarakannya serta melarangnya untuk ikut jihad.

Di dalam penjara, dia sangat sedih karena tidak bisa bersama para mujahidin. Apalagi dari dalam penjara dia mendengar suara dentingan pedang dan teriakan serunya peperangan, hatinya teriris, ingin sekali dia membantu kaum muslimin melawan Persia yang Majusi. Hal ini diketahui oleh istri Sa’ad bin Abi Waqash yang bernama Salma, dia sangat iba melihat penderitaan Abu Mihjan, menderita karena tidak dapat ikut berjihad, menderita karena tidak bisa berbuat untuk agamanya! Maka, tanpa sepengetahuan Sa’ad -yang saat itu sedang sakit, dan dia memimpin pasukan melalui pembaringannya, serta mengatur strategi di atasnya- Beliau membebaskan Abu Mihjan untuk dapat bergabung dengan para mujahidin. Abu Mihjan meminta kepada Salma kudanya Sa’ad yaitu Balqa dan juga senjatanya. Beliau berjanji, jika masih hidup akan mengembalikan kuda dan senjata itu, dan kembali pula ke penjara. Sebaliknya jika wafat memang itulah yang dia cita-citakan.
Abu Mihjan berangkat ke medan tempur dengan wajah tertutup kain sehingga tidak seorang pun yang mengenalnya. Dia masuk turun ke medan jihad dengan gesit dan gagah berani. Sehingga Sa’ad memperhatikannya dari kamar tempatnya berbaring karena sakit dan dia takjub kepadanya, dan mengatakan: “Seandainya aku tidak tahu bahwa Abu Mihjan ada di penjara, maka aku katakan orang itu pastilah Abu Mihjan. Seandainya aku tidak tahu di mana pula si Balqa, maka aku katakan kuda itu adalah Balqa.”

Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada istrinya, dan istrinya menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Abu Mihjan, sehingga lahirlah rasa iba dari Sa’ad kepada Abu Mihjan.

Perang usai, dan kaum muslimin menang gilang gemilang. Abi Mihjan kembali ke penjara, dan dia sendiri yang memborgol kakinya, sebagaimana janjinya. Sa’ad bin Waqash Radhiallahu ‘Anhu mendatanginya dan membuka borgol tersebut, lalu berkata:

لا نجلدك على خمر أبدا فقال: وأنا والله لا أشربها أبدا
Kami tidak akan mencambukmu karena khamr selamanya. Abu Mihjan menjawab: “Dan Aku, Demi Allah, tidak akan lagi meminum khamr selamanya!”

Saudaraku ….

Sangat sulit bagi kita mengikuti dan menyamai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para sahabat nabi yang mulia, Radhiallahu ‘Anhum. Tetapi, paling tidak kita masih bisa seperti Abu Mihjan, walau dia pelaku maksiat namun masih memiliki ghirah kepada perjuangan agamanya, dan ikut hadir dalam deretan nama-nama pahlawan Islam. Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke dalam deretan para pejuang agama-Nya, mengikhlaskan, dan memberikan karunia syahadah kepada kita. Amin.

Wallahu A’lam.

Oleh : Farid Nu'man Hasan

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/02/02/45749/berjuanglah-untuk-islam-walau-anda-pelaku-maksiat/#ixzz340sYYky9 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Read more »

07 June, 2014

Soe Hok Gie Pun Memuji Prabowo sebagai Orang Cerdas


RMOL. Sejumlah pegiat alam bebas yang terdiri dari 50 orang rombongan pendaki yang akan dilepas Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung, akan mendaki berbagai puncak gunung di Indonesia untuk memproklamirkan dukungan terhadap Prabowo Subianto sebagai Presiden RI mendatang.

Para pendaki gunung ini rupanya punya alasan tersendiri. Selain Prabowo Subianto dekat dengan kalangan pendaki gunung dan pernah mensponsori pendaki Indonesia pertama yang mencapai gunung tertinggi di dunia, Everest, juga karena Prabowo adalah sahabat seorang pendaki legendaris Indonesia Soe Hok Gie, yang meninggal di puncak Gunung Semeru, Jawa Timur pada tanggal, 16 Desember 1969.

Cerita kedekatan Prabowo Subianto sekilas ada di dalam buku Catatan Seorang Demonstran yang merupakan kumpulan tulisan aktivis mahasiswa Soe Hok Gie. Dalam catatan Soe Hok Gie, nama Prabowo muncul pada tahun 1969. Soe menyebut nama panggilannya "Bowo."

Soe Hok Gie dan Prabowo tampak cukup dekat. Mereka beberapa kali kerap keluyuran bareng. "Dari pagi keluyuran dengan Prabowo ke rumah Atika, ngobrol dengan Rachma, dan membuat persiapan-persiapan untuk pendakian Gunung Ciremai," tulis Gie pada Kamis 29 Mei 1969.

Dalam tulisannya, Soe Hok Gie menggambarkan Prabowo masih kanak-kanak cerdas dan cepat tanggap.

"Ia cepat menangkap persoalan-persoalan dengan cerdas tapi naif. Kalau ia berdiam 2-3 tahun dalam dunia nyata, ia akan berubah," kata Gie, sebagaimana terekam dalam catatan Soe Hoek Gie 25 Mei 1969.

Wartawan Senior Sinar Harapan Daud Sinjal bahkan mengatakan sepatu yang digunakan almarhum Soe Hok Gie saat wafat di Gunung Semeru adalah sepatu pinjaman dari Prabowo.

"Karena mereka dekat, jadi ada cerita sepatu So Hok Gie naik gunung yang dipinjamnya dari Prabowo," kata Daud seperti yang dikutip dari sebuah laman media online. [ysa]

Sumber : http://www.rmol.co/read/2014/06/07/158491/Soe-Hok-Gie-Pun-Memuji-Prabowo-sebagai-Orang-Cerdas-
Read more »

Ikhtilaf dalam Fiqh & Warisan Adab Salafush Shalih


Khazanah Fiqh dalam furu'nya begitu kaya; di dalam nan benar, masih ada tepat & luput, jumhur & menyendiri. Indahnya jika ummat kian dewasa.

Di kalangan Tabi'in; Imam Atha' ibn Abi Rabah menabrak pendapat Jumhur kala menyatakan melempar jumrah sebelum lingsir mentari adalah utama.

Pendapat beliau, pada zamannya, dianggap ganjil & menyalahi ijma'. Tapi lalu tibalah masa di mana pendapat beliau dianggap tepat & dipakai.

Masa itu adalah hari ini; ketika jama'ah haji membludak & tak mungkin semua ambil waktu utama bakda lingsir. Memaksakan; justru jadi bahaya.

Demikianlah Fiqh dengan kekayaan khazanahnya; akan menemukan tempat & waktu di mana ummat menghajatkan fahaman tepat dalam beragama. Indah.

Maka selain 'ilmu, ada yang penting kita warisi dari Salafush Shalih. Akhlaq. Setelah hujjah bertemu hujjah; hujat tak lagi mendapat tempat.

Ada nan masih bertanya; apakah Ikhtilaf meniscayakan yang satu benar sedangkan yang lain keliru? Mari kita simak salah satu contoh terkenal.

Nabi bersabda pada pasukan yang akan berangkat ke Bani Quraizhah bakda perang Ahzab; "Jangan kalian shalat 'Ashr kecuali di Bani Quraizhah!"

Ternyata; sebelum sampai ke Bani Quraizhah, waktu 'Ashr hampir habis. Sebagian sahabat berhenti tuk shalat 'Ashr; sebagian lain jalan terus.

Yang berhenti beranggapan sabda Nabi itu mengandung makna kiasan bahwa mereka harus bergegas. Tapi kalau waktu 'Ashr mau habis; shalat dulu.

Dasar dalil mereka jelas; shalat itu 'ibadah yang ditentukan waktunya & tidak mungkin menjama' 'Ashr dengan Maghrib nanti di Bani Quraizhah.

Yang berjalan terus juga berdalil; sabda Rasulullah itu mutlak: tidak boleh shalat 'Ashr kecuali di Bani Quraizhah. Tempat yang menentukan.

Bagi mereka; menyelisihi perintah Rasulillah adalah kedurhakaan. Maka merekapun jalan terus meski belum shalat 'Ashr & waktunya sudah habis.

Perhatikan; bagi yang berhenti, yang jalan terus itu berdosa karena tidak shalat 'Ashr pada waktunya. Pun sebaliknya bagi yang jalan terus..

..yang berhenti itu dosa karena menyelisihi perintah Rasulullah & shalat tidak di tempat yang beliau tentukan. Betapa rumit kedua fahaman.

Tapi apa yang terjadi ketika seusai misi mereka menghadap & saling melaporkan? Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tak menyalahkan siapapun!

Beginilah Fiqh; ia bermakna pemahaman. Maka kadang pemahaman memang tak bisa satu. Dan keduanya tiada yang disalahkan oleh Baginda Nabi.

Maka para Imam Fuqaha' nan agung mengajari; Ikhtilaf tak selalu berarti yang satu benar yang satu keliru. Keduanya bisa ada dalam kebenaran.

Amat adil & mulia ujaran Imam Asy Syafi'i; "Pendapatku benar, tapi mengandung keliru. Pendapat orang lain keliru, tapi mengandungi benar."

Hari ini, kita & mereka bagai bumi & langit dalam ilmu; maka dalam adab & akhlaq, mari mengupayakan jadi cermin pemantul para mentari itu.

نحن إلى قليل من الأدب أحوج منا إلى كثير من العلم
Kita lebih berhajat pada sedikit Adab, daripada berbanyak Pengetahuan. {Ibn Al Mubarak}

Demikian Shalih(in+at), bincang kecil dari Salim yang fakir ilmu & dha'if adab, tentang Ikhtilaf dalam Fiqh & warisan Adab Salafush Shalih:)


*https://twitter.com/salimafillah
Sumber : http://www.pkspiyungan.org/2013/12/ikhtilaf-dalam-fiqh-warisan-adab.html
Read more »

05 June, 2014

FPI Titip Sepuluh Pesan untuk Prabowo-Hatta

VIVAnews - Ormas Front Pembela Islam (FPI), Rabu malam, 4 Juni 2014, telah secara resmi menyatakan dukungannya kepada calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014. Dukungan tersebut, tidak disampaikan secara langsung, namun dititipkan melalui tiga partai Islam yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih, yakni PKS, PPP, dan PBB.

Ketua umum FPI Habib Muhsin Bin Ahmad Al-Attas menyatakan, pihaknya memutuskan untuk menyalurkan suara melalui partai-partai Islam yang tergabung di dalam Koalisi Merah Putih karena FPI masih menaruh kepercayaan terhadap ketiga parpol itu.

"Melalui majelis ini, kami salurkan suara kami kepada partai-partai Islam yang ada karena kami masih percaya. Mudah-mudahan kami tidak dikecewakan," ujarnya usai majelis pengajian rutin FPI di Markas Syariah FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu malam, 4 Juni 2014.

Kepada Hidayat Nur Wahid, perwakilan dari tim sukses Prabowo-Hatta yang menyambangi markas FPI pada malam itu, Muhsin juga menyebutkan beberapa titipannya jika Prabowo-Hatta terpilih menjadi presiden nanti.

"Kami memiliki beberapa titipan kepada calon presiden dan wakil presiden yang diusung oleh partai Islam. Titipan-titipan tersebut tidaklah berlebihan, masih berada di bawah koridor Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," ujarnya.

Berikut adalah 10 titipan FPI terhadap pemerintahan Prabowo-Hatta apabila calon presiden dan wakil presiden itu memenangi Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 mendatang, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Habib Muhsin Bin Ahmad Al-Attas.

1. Berkomitmen untuk menjalankan dasar negara sebagai landasan ideologi utama pemerintahan, terutama menyangkut sila pertama dalam Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan demikian, segala sesuatu yang dilakukan dalam penyelenggaraan negara tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

2. Membasmi seluruh permasalahan kemaksiatan yang masih merajalela, terutama menyangkut masalah zina, homoseksual, perjudian, dan narkoba.

3. Menolak faham-faham negatif yang diimpor, terutama sekularisme, pluralisme, liberalisme, kapitalisme, dan komunisme.

4. Tidak menolak diberlakukannya perda-perda syariah, terutama perda yang menyangkut mengenai pelarangan minuman keras.

5. Melaksanakan asas proporsional dalam pemilihan kepala daerah dan pejabat publik.

6. Mengadili pelanggaran-pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh Densus 88.

7. Menegakkan supremasi hukum dengan membubarkan aliran-aliran sesat seperti ahmadiyyah. Pemerintah harus berani melakukan hal tersebut karena sudah sesuai dengan apa yang diatur di dalam undang-undang pencegahan penyalahgunaan dan penodaan agama.

8. Memberantas premanisme dan mafia asing yang sudah berkolaborasi dengan pemerintah.

9. Memperjuangkan hak penggunaan jilbab bagi seluruh muslimah, terutama muslimah di institusi negara seperti TNI dan Polri.

10. Melakukan pemberantasan korupsi secara total tanpa pandang bulu dengan memperhitungkan penerapan hukuman mati bagi para koruptor.

Hidayat berjanji, ke-10 pesan titipan itu akan disampaikannya secara langsung kepada Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Ia pun menyatakan bahwa salah satu tujuan kedatangannya malam hari itu adalah memang untuk memintakan doa dan restu dari FPI agar Prabowo-Hatta terpilih menjadi pemenang Pilpres 2014.

"Malam ini saya hadir, diutus oleh beliau (Prabowo Subianto) untuk silaturahim, sekaligus meminta untuk dido'akan dan diberi restu untuk bisa amanah menjadi presiden Indonesia di periode 2014-2019," ujar Hidayat. (ren)

Sumber : http://us.politik.news.viva.co.id/news/read/509808-fpi-titip-sepuluh-pesan-untuk-prabowo-hatta
Read more »

Lama Puasa Tahun Ini di Berbagai Belahan Dunia

dakwatuna.com – Bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Suasana menyambut kehadirannya sudah mulai terasa di berbagai tempat. Tak ketinggalan acara Marhaban Ya Ramadhan yang berisi persiapan ruhani menyambut dan mengoptimalkan kehadiran bulan mulia ini.

Islam adalah agama yang paling cepat menyebar ke seluruh dunia. Oleh karena itu umat Islam ada di seluruh negeri di dunia ini. Karena letak geografis yang saling berbeda, waktu dan lama puasa masing-masing negara juga berbeda.

Berikut peta yang menunjukkan lama puasa yang harus dijalani umat Islam pada tanggal 15 Ramadhan yang akan datang di berbagai belahan dunia, menurut perhitungan Markaz Falak Dauli, yang berada di Saudi Arabia.



Dalam peta terlihat bahwa lama puasa akan pendek di belahan bumi selatan, karena di belahan itu sedang berlangsung musim dingin. Berbeda dengan belahan bumi utara yang sedang mengalami musim panas.

Karena itulah, negara paling pendek puasanya adalah Chili dan Argentina (10 jam). Semakin ke utara, maka lama puasa akan semakin panjang, sehingga Comorros menjadi negara Arab yang paling pendek puasanya (12.5 jam), dilanjutkan dengan Somalia. Hal yang sedikit sama dialami di Indonesia karena sejajar (13-14 jam).

Di Jazirah Arab, negara berpuasa paling pendek adalah Yaman (14 jam), dilanjutkan Saudi bagian selatan, Oman bagian selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait (15 jam). Adapun negara-negara Syam , lama puasanya berbeda-beda (antara 15.5 jam hingga 16 jam). Demikian juga negara-negara Arab di wilayah Afrika utara.

Semakin ke utara, maka puasa akan semakin lama. Misalnya di Turki (17 jam) Italia bagian utara (18 jam), Prancis bagian tengah (19 jam) dan Jerman bagian utara (20 jam). Setelah itu, umat Islam akan mendapatkan masalah hilangnya tanda datangnya waktu Fajar dan Isya’. (msa/dakwatuna/eglovers)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/06/04/52614/lama-puasa-tahun-ini-di-berbagai-belahan-dunia/#ixzz33jMP2heP 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Read more »

03 June, 2014

Pemerintah Baru Palestina Dilantik

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Pemerintah baru Palestina telah ditetapkan dan akan mengakhiri adanya faksi-faksi di Tepi Barat dan Gaza. Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan dengan pemerintahan baru ini, Palestina akan membuka lembaran baru dalam sejarahnya.
BBC melaporkan, AS pun memutuskan akan mendukung pemerintahan baru Palestina. "Washington percaya Presiden Abbas telah membentuk sebuah pemerintahan tehnokrat sementara yang tidak terdiri dari anggota yang berhubungan dengan Hamas," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki.
"Berdasarkan apa yang kita ketahui, kami akan bekerja sama dengan pemerintahan ini," tambahnya. Langkah ini pun membuat Israel kecewa setelah menyerukan dunia internasional untuk tidak mengakui Palestina. 
Israel tetep bersikukuh tidak bekerja sama dengan pemerintahan Palestina yang didukung oleh Hamas. Pasalnya, Israel menilai Hamas akan menghancurkan bangsa Israel.
"Kami sangat kecewa dengan keputusan kementerian luar negeri AS yang bekerja sama dengan pemerintahan Israel," kata pejabat Israel. 
Menyusul ditetapkannya pemerintahan baru Palestina, kabinet keamanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahi mengatakan akan meminta pertanggung jawaban dari Abbas dan pemerintahan baru Palestina atas serangan roket yang ditembakan dari Gaza.
Israel pun sebelumnya telah menghentikan upaya pembicaraan perdamaian dengan Palestina yang diinisiasi oleh AS. Langkah ini diambil setelah Palestina mengumumkan telah melakukan rekonsiliasi dengan Hamas. 
Pemerintahan baru Palestina terdiri dari 17 menteri yang terbebas dari politik manapun. Mereka akan merencanakan penyelenggaraan pemilu yang akan digelar dalam waktu enam bulan dan dipimpin oleh Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah. 
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/06/03/n6kgen-pemerintah-baru-palestina-dilantik
Read more »

Perjanjian Hudaibiyah; Bahwa Dakwah Pun Membutuhkan Terobosan Politik

Oleh Abdullah Haidir, Lc

Perjanjian Hudaibiyah menjadi bagian penting dalam perjalanan dakwah dan perjuangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.  Bahwa perjuangan beliau menghadapi lawan dan menyebarkan Islam, tidak melulu dilalui dengan penyampaian dakwah secara lisan, atau kontak senjata dan adu otot melawan musuh. Namun beliau juga mengambil langkah-langkah politis, sebagai bagian dari upaya menopang kekuatan dakwah.

Lebih jelasnya silakan disimak catatan sirah yang ditulis oleh Syekh Shafiyurrahman Mubarakfury dalam Kitabnya Ar-Rahiiqul Makhtuum, yang saya terjemahkan dengan judul "Sejarah Hidup Dan Perjuangan Rasulullah SAW"

Perjanjian Hudaibiyah

Ketika kaum muslimin semakin lama semakin kuat di Jazirah Arabia, mereka mulai berpikir untuk mendapatkan hak mereka yang sangat mereka impikan, yaitu beribadah di Masjidil-Haram yang sejak enam tahun lamanya terhalang oleh kaum musyrikin. Hingga pada suatu saat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  bermimpi memasuki kota Mekkah serta menunaikan Umrah dan thawaf di sana. Maka esok harinya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  beritakan hal tersebut kepada para sahabat, lalu beliau perintahkan mereka untuk bersiap-siap melakukan safar untuk umrah.

Maka pada hari senin bulan Dzul Qa’idah tahun ke-6 Hijriah berangkatlah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  bersama 1400 orang sahabat tanpa senjata perang kecuali pedang di dalam sarungnya. Isteri yang ikut bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  saat itu adalah Ummu Salamah.  Setibanya di Dzulhulaifah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  mulai melakukan ihram untuk umrah.

Sementara itu, kaum kafir Quraisy yang mendengar kedatangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  sepakat menghalangi kedatangan beliau apapun caranya. Mengetahui gelagat tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  mengubah rute perjalanannya, Sampai akhirnya beliau singgah di sebuah tempat bernama Hudaibiyah.

Di tempat tersebut Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  menyatakan dengan tegas kepada Badil bin Warqa’ al-Khuza’i –orang yang bersedia menjadi penengah antara kaum muslimin dan orang-orang kafir- bahwa kedatangannya semata-mata ingin menunaikan umrah, bukan untuk berperang, namun jika orang-orang Quraisy memerangi mereka, maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  tanpa ragu akan memerangi mereka pula.

Mendengar hal tersebut kaum Quraisy mengirim utusannya untuk mengetahui hal sebenarnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  kembali menegaskan hal tersebut kepada utusan tadi. Utusan tersebut kembali ke kaumnya dan meyakinkan mereka bahwa kedatangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  hanya ingin melaksanakan umrah. Begitu pula dengan utusan berikutnya, menyatakan hal yang sama.

Kali ini giliran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  yang ingin mengetahui sikap kaum kafir Quraisy. Maka diutuslah Utsman bin Affan  ra . Beliau shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kepadanya agar mengabarkan kaum Quraisy bahwa kedatangan mereka semata-mata untuk umrah, bukan untuk berperang.

Setibanya di Mekkah, Utsman segera menyampaikan misinya kepada para pembesar Quraisy. Selesai itu, kaum Quraisy menawarkan kepada Utsman untuk melakukan thawaf, namun hal tersebut ditolaknya, karena dia tidak akan thawaf sebelum Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  thawaf.

Penahanan Utsman bin Affan ra

Kaum kafir Quraisy bermusyawarah untuk menetapkan jawaban yang akan disampaikan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena itu, mereka menahan Utsman bin Affan hingga ketetapannya berhasil diputuskan, lalu melalui beliau akan disampaikan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Namun karena penahanan tersebut berlarut-larut, tersiarlah berita di kalangan para shahabat yang menunggu di Hudaibiyah bahwa Utsman bin Affan ra dibunuh.

Mendengar berita tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  segera meminta para sahabatnya melakukan ba’iat untuk menuntut balas atas kematian Utsman. Maka mereka berbai’at di bawah sebuah pohon. Bai’at tersebut dikenal dalam sejarah sebagai Bai’atur-Ridwan.

Allah Ta’ala menyatakan hal tersebut :

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon”  (QS. al-Fath : 18)

Ketika kaum Quraisy mengetahui adanya ba’iat tersebut, mereka segera mengutus Suhail bin Amr untuk mengadakan perjanjian dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam . 

Setibanya sang utusan di Hudaibiyah, disepakatilah perjanjian yang di dalamnya terkandung empat hal:

1. Tahun ini (6 H), Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  harus kembali (tidak boleh melaksanakan umrah). Tahun depan beliau dan kaum muslimin boleh memasuki Mekkah dan tinggal di sana selama tiga hari. Mereka hanya boleh membawa persenjataan musafir sedangkan pedang-pedang mereka harus dimasukkan di dalam sarung. Pada saat itu kaum Quraisy tidak boleh menghalanginya.

2. Menghentikan peperangan dari kedua belah pihak selama 10 tahun dan mewujudkan keamanan di tengah masyarakat.

3. Siapa yang menjalin persekutuan dengan Muhammad dan kaum Quraisy maka dia termasuk bagian dari kedua pihak tersebut. Maka penyerangan yang diarahkan kepada suku-suku tersebut, dianggap sebagai penyerangan kepada sekutunya.

4. Siapa yang kabur dari kaum Quraisy (Mekkah) dan mendatangi Muhammad (ke Madinah) maka harus dikembalikan (ekstradisi), sedangkan yang kabur dari Muhammad (Madinah) kepada kaum Quraisy (ke Mekkah), tidak dikembalikan.

Pelajaran dan Hikmah dari Perjanjian Hudaibiyah

Perjanjian Hudaibiyah memiliki dampak yang sangat besar.

Secara umum perjanjian ini menunjukkan diakuinya keberadaan kaum muslimin di Madinah dan ini merupakan kemenangan tersendiri bagi kaum muslimin. Sebab sebelumnya kaum kafir Quraisy berupaya memerangi dan menumpas mereka sampai ke akar-akarnya. Sekaligus dengan adanya perjanjian tersebut dapat menghalangi keangkuhan dan kezaliman kaum  musyrikin yang selalu berupaya menyerang kaum muslimin.

Di sisi lain, dengan adanya perjanjian tersebut, membuka peluang yang sangat besar bagi kaum muslimin untuk melancarkan dakwahnya yang selama ini banyak disibukkan oleh peperangan-peperangan bersama kaum Quraisy. Nyatanya kemudian hal tesebut terbukti. Jumlah muslimin sebelum perjanjian tersebut tak lebih 3000 orang, namun dua tahun setelah perjanjian tersebut pada peristiwa Fathu Mekkah pasukan kaum muslimin sudah berjumlah 10.000 orang.

Adapun pasal yang menyatakan bahwa penduduk Mekkah yang kabur ke Madinah harus dikembalikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  ke Mekkah, sedangkan penduduk Madinah yang kabur ke Mekah tidak dikembalikan, sepintas perjanjian tersebut menguntungkan kaum musyrikin. Namun jika diamati dengan seksama, hal tersebut ternyata dapat dipahami. Karena orang yang beriman tidak mungkin akan kabur ke Mekkah untuk minta perlindungan, maka jika ada yang kabur, pastilah dia orang kafir yang telah nyata kekafirannya. Untuk orang seperti itu, tidak ada ruginya bagi kaum muslimin jika mereka kabur dari Madinah.

Sedangkan kaum muslimin di Mekkah jika dia hendak kabur, maka Madinah bukanlah satu-satunya tujuan untuk itu. Bumi Allah amatlah luasnya, maka dia dapat mencarinya selain Madinah.

Hal itu kemudian terbukti, ada seorang sahabat yang bernama Abu Bashir kabur dari Mekkah ke Madinah. Namun Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  berdasarkan perjanjian tersebut tidak menerimanya, maka beliau menyerahkannya kepada dua utusan Quraisy yang menjemputnya.

Namun di tengah perjalanan Abu Bashir berontak, tidak bersedia kembali ke Mekkah, dua orang utusan Quraisy tersebut dibunuh olehnya. Akhirnya dia mencari lokasi di tepi pantai sebagai tempat tinggalnya. Hal tersebut kemudian diikuti oleh Abu Jandal yang tinggal dan bergabung bersamanya.

Begitulah seterusnya satu demi satu kaum muslimin yang berada di Mekkah kabur ke tempat itu, dan lama kelamaan akhirnya membentuk komunitas tersendiri. Hal ini ternyata menyulitkan kaum Quraisy sendiri, karena kafilah dagang mereka sering diganggu oleh kaum muslimin yang berada di tempat tersebut sebagai pembalasan atas perlakuan aniaya yang mereka terima selama ini dari kaum musyrikin.

Di kalangan para sahabat sendiri, pada awalnya timbul keberatan dengan isi perjanjian tersebut. Karena secara lahir, perjanjian tersebut berpihak kepada kaum musyrikin. Namun akhirnya mereka menyadari bahwa keputusan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  akan selalu mendatangkan kemaslahatan, karena semuanya berasal dari Allah Ta’ala. Apalagi tidak lama kemudian Allah Ta’ala menurunkan ayat-Nya :

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”  (QS. al-Fath: 1)

Maka bergembiralah para sahabat dengan kabar gembira kemenangan yang gilang gemilang.

Sumber : http://www.pkspiyungan.org/2014/05/perjanjian-hudaibiyah-bahwa-dakwah-pun.html
Read more »

Salah Pilih Presiden, Indonesia Bisa Jadi Bulan-bulanan

*oleh bang dw

Banyak pemimpin tetapi tak bisa memimpin

Tanya dulu ke ketua umum partai karena dirinya hanya petugas partai;

Bisa rumit urusannya kalau memimpin negara tapi pas mau ngambil keputusan strategik terkait negara ‪#‎eh‬ tanya dulu sama sang ketua umum partai...

Atau pemimpin yang hanya bisa menyuruh dan hanya bisa menjawab ‪#‎akurapopo‬

sementara itu...

INDONESIA menghadapi ASEAN ECONOMIC COMUNITY (AEC) 2015 atau pasar bebas asia tenggara

Dimana bea masuk barang dan jasa dihapus; dan dibutuhkan kemandirian kemampuan bertarung dari produk lokal Indonesia terhadap pasar asia tenggara

Kalau tidak mampu bersaing, maka Indonesia hanya menjadi bulan bulanan produk negara lain dari asia tenggara

Apakah hanya cukup dengan jawaban #akurapopo saja untuk menangani itu?

Atau hanya butuh pemimpin yang hanya menjadi kepanjangan tangan ketua umum partai (petugas partai)?

Kalau Indonesia tidak mampu bersaing, baik hasil produksi maupun tenaga kerja terampil maka jangan heran kita akan jadi negara bancakan bersama negara asia tenggara

Kita butuh pemimpin yang mampu menjadikan Indonesia Macan Asia

Yang mampu bertindak tegas dari intervensi pihak asing

Yang disegani oleh seluruh negara negara asia tenggara dan dunia

Kuncinya pemimpin yang bercita cita Indonesia mandiri, berdikari dan mampu bersaing dengan negara lain

Bukan pemimpin yang klemar klemer yang hanya bisa senyam senyum kebingungan

lalu akhirnya hanya bilang; ai don ting abot det

#akurapopo

Sumber : http://www.pkspiyungan.org/2014/06/salah-pilih-presiden-indonesia-bisa.html
Read more »

 

PKS TV Sudan